SELAMAT DATANG di Blog Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Polewali Mandar TANGGAP-TANGKAS-TANGGUH

Berita Terkini

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH Alamat Jl. Pameran Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Loading...

Senin, 10 September 2018

BMKG: 3 Hari ke Depan, Waspada Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

  • Humas
  •  
  •  06 Sep 2018

Jakarta (05/09/2018) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memonitoring dan menganalisis kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kejadian cuaca yang signifikan dimana hujan lebat terjadi di sebagian wilayah Indonesia.
Dalam keterangannya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo menuturkan bahwa berdasarkan pantauan dan analisis menunjukkan kondisi cuaca yang dipicu oleh adanya aktifitas fenomena gelombang atmosfer (Equatorial Rosby dan Kelvin Wave) yang cukup berkontribusi pada peningkatan kondisi udara basah. Selain itu, pelemahan aktifitas daerah tekanan tinggi di wilayah Australia cukup berdampak pada pengurangan aliran massa udara dingin dan kering, dimana kondisi tersebut dapat menyebabkan signifikansi konsentrasi udara basah di wilayah Indonesia.
Prabowo menjelaskan bahwa Adanya pola sirkulasi siklonik di wilayah Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan belokan arah angin serta perlambatan kecepatan angin pada lapisan atmosfer bagian bawah (sekitar 1000 meter) yang mengakibatkan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi dinamis atmosfer tersebut dapat meningkatkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode 3 hari ke depan (06 - 08 September 2018), antara lain :
  • Aceh
  • Sumatera Barat
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Tengah bagian Selatan
  • Kalimantan Barat bagian Selatan
  • Kalimantan Selatan
  • Jawa Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan bagian Utara
  • Maluku
  • Papua
"Sedangkan potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan dapat terjadi di perairan barat P. Simeuleu hingga Kep. Mentawai, perairan Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan P. Jawa hingga P. Sumbawa, perairan selatan P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT," tambah Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.
Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:
  • call center 021-6546315/18;
  • http://www.bmkg.go.id;
  • follow @infobmkg;
  • atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Bagian Hubungan Masyarakat
Biro Hukum dan Organisasi BMKG

Minggu, 19 Agustus 2018

Prediksi Gempa 7.0 Earthquakes & Weather, BMKG Sebut Itu Hoaks


JAKARTA (18 Agustus 2018) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyesalkan terus beredarnya berita palsu (hoaks) seputar gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. Disaat ribuan warga Lombok mengungsi, masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang menyebar hoaks.
"Tidak sedikit pula warga yang mempercayai berita tentang hoaks. Alhasil, masyarakat selalu merasa resah, khawatir, dan was-was," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Sabtu (18/8).
Dwikorita menerangkan, belum lama ini kembali beredar pesan berantai lewat Facebook dan pesan instan WhatsApp berisi prediksi gempa berkekuatan M=7.0 yang akan terjadi di Lombok dalam kurun waktu 10 hari kedepan. Gempa tersebut dikaitkan dengan kejadian gempa M=6.5 di Timur Lombok pada tanggal 17 Agustus lalu.
"Informasi ini disebarluaskan oleh pihak yang mengatasnamakan organisasi Earthquakes & Weather," tuturnya.
Dwikorita menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang mampu memprediksi gempabumi secara pasti dan akurat mengenai kapan dan berapa kekuatannya. Sehingga, kata dia, jika beredar informasi yang berisi ramalan dan prediksi yang menyebutkan kapan dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi maka dapat dipastikan itu adalah kabar bohong.
"Mohon warga tidak percaya begitu saja. Cek dan ricek kembali kalau ada informasi yang diterima. Jangan kemudian malah ikut menyebarkan hoaks yang membuat rasa cemas dan panik semakin menjadi-jadi. Info tersebut menyesatkan," imbuhnya.
Dwikorita memaparkan setiap harinya, selama 24 jam penuh BMKG memantau kejadian gempa yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Menurut catatan, setiap hari di Indonesia terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang bervariasi.
"Mulai dari skala kecil hingga besar, mulai yang tidak dirasakan sampai yang dapat dirasakan oleh manusia. Tidak ada satupun gempa yang lewat dari pengawasan BMKG," terangnya.
Kondisi tersebut, lanjut Dwikorita adalah sesuatu yang wajar mengingat kondisi geologis Indonesia yang berada di jalur gempa aktif dunia. Indonesia dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng kulit bumi, yakni Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Menurut Dwikorita, dengan fakta kondisi geologis Indonesia seperti itu, maka kesadaran masyarakat akan mitigasi bencana sangat penting, dengan siapkan apa yg harus dilakukan sebelum, saat dan setelah gempabumi.
"Pastikan informasi berasal dari BMKG. Tidak usah percaya info dari pihak manapun, termasuk pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi maupun negara asing," tegasnya. (*)
Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Website: http://www.bmkg.go.id
  • Facebook: @infoBMKG
  • Twitter: @infoBMKG
  • YouTube: @infoBMKG
  • Mobile Apps (iOS & Android): Info BMKG

Rabu, 15 Agustus 2018